Showing posts with label Tips. Show all posts
Showing posts with label Tips. Show all posts

Tips Merawat Organ Intim di Kala Haid

Posted by Admin | 12:03 AM

Pembalut sudah menjadi sahabat wanita di kala haid. Namun hati-hati, jika tidak dijaga kebersihannya, justru bisa merugikan alat kewanitaan Anda. Selama haid, kebersihan vagina perlu mendapatkan perhatian khusus.

Kebersihan organ intim yang kurang terjaga dapat menimbulkan rasa gatal. Saat gatal muncul dan sangat mengganggu, orang cenderung menggaruk. Padahal bila digaruk, vagina bisa meradang. Berikut beberapa hal yang perlu Anda lakukan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan organ intim Anda.

Rajin mengganti pembalut

Walau pembalut memiliki daya serap tinggi, Anda harus mengganti pembalut sesering mungkin. Bila pembalut terasa sudah penuh, harus segera diganti. Permukaan pembalut yang bersentuhan dengan kulit vagina akan membuat vagina menjadi lembab. Pembalut yang lembab dan dipakai terlalu lama akan menimbulkan penyakit, seperti vaginitis (radang vagina) akibat jamur dan bakteri.

Jangan pilih yang wangi

Sebaiknya, pilih pembalut yang tidak mengandung parfum. Mereka yang berkulit sensitif akan lebih mudah terserang alergi akibat zat kimia yang terkandung dalam parfum tersebut. Alergi bisa muncul dalam bentuk rasa gatal dan memperparah keputihan.

Jangan memakai pantyliner setiap hari

Banyak wanita memakai pantyliner untuk pemakaian sehari-hari. Boleh saja memakai pantyliner, asalkan tidak sepanjang hari, sebab bisa membuat vagina lembab. Ini tidak baik untuk kulit vagina. Jangan lupa untuk menggantinya tiap beberapa jam.

Basuh organ intim Anda

Vagina yang sehat harus dalam keadaan kering dan tak berbau. Usahakan, sehabis buang air kecil, basuh dengan air bersih dan lap hingga kering dengan tisu. Di luar masa haid, kebersihan organ intim pun harus tetap dijaga. Jadikan sebagai kebiasaan.

Jangan sepelekan keputihan

Keputihan biasanya muncul di antara masa siklus haid wanita, dan merupakan fase normal dari siklus hormonal seorang wanita. Cairan yang keluar pun tidak banyak. Namun, keputihan jadi tidak normal bila cairan yang keluar berwarna putih susu dan kental, atau berwarna kekuningan atau hijau. Gejala keputihan seperti ini umumnya disertai serangan gatal-gatal pada vagina. Bila ini terjadi, sebaiknya segera kunjungi dokter untuk mendapatkan pengobatan.(Sehatbugar/msti)
sumber: suaramerdeka.com Lihat artikel unik lainnya.

Read More..

Bookmark this post with:
 Digg  Digg  Del.icio.us  Technorati  Reddit  YahooMyWeb  SlashDot  Furl  BlinkList  Netscape  Ma.gnolia  Netvouz

Tips Pedoman Penting Saat Foreplay

Posted by Admin | 11:50 PM
AKTIVITAS seksual sebelum berhubungan badan yang disebut foreplay oleh sebagian besar ahli dalam bidang seks dikatakan tidak tepat karena tidak berarti apa-apa selain “pemanasan”. Tentu pemanasan hubungan seks.

Kata foreplay memberi tekanan besar pada pria untuk memiliki penis yang mampu ereksi dan cenderung membawa kita berpikiran bahwa seks hanyalah sekedar hubungan badan.

Demikian pendapat yang disampaikan Joel D. Block, PhD dalam bukunya yang berjudul “Secrets of Better Sex”.

Menurut Joel, istilah yang tepat untuk itu adalah “Loveplay”. Biasanya periode yang disebut ‘foreplay’ ini dianggap sebagai langkah yang harus dilakukan oleh seorang pria terhadap pasangan wanitanya supaya siap berhubungan seks karena pria dianggap selalu siap.

Kenyataannya, pria, terutama yang sudah lanjut usia sangat membutuhkan dan menginginkan loveplay sebelum atau selama hubungan seks.

Sebagai sebuah persiapan menuju hubungan badan yang sesungguhnya, foreplay akan lebih mampu meningkatkan gairah seksual bila dijalankan dengan benar.

Berikut ini lima petunjuk untuk Foreplay menurut Joel. D.Block:
1. Ingatlah bahwa seks dimulai di otak. Mulailah berpikir tentang saat-saat berhubungan seksual dan ceritakan pikiran Anda secara singkat, lebih bagus lewat sebuah gambar kepada pasangan Anda jika dapat. Bisa juga dengan symbol lain, misalnya mengirimkan setangkai bunga mawar ke kantornya

2. Perhatikan detail romantik. Siapkan suasana yang sedikit romantis. Pastikan ruangan cukup hangat, pencahayaan yang tepat, bau ruangan yang harum, pakaian dalam yang merangsang, dan sebagainya.

3. Perlahan-lahan. Mulailah dengan mencium (jangan langsung pada organ seks).

4. Berikan orgasme. Banyak wanita tidak mengalami orgasme saat berhubunga seksual. Sebagian wanita yang mengalami orgasme beberapa kali jauh lebih mungkin mendapatkan orgasme yang kedua atau ketiga selama berhubungan seksual jika mereka pernah mengalaminya.

5. Perhatikan zona erotik lain. Ada banyak zona erotik, misalnya putting, skrotum (pada pria) atau tempat-tempat lain seperti telinga, leher, dan sebagainya.
sumber: kompas. Jangan lupa baca Berita Hot.

Read More..

Bookmark this post with:
 Digg  Digg  Del.icio.us  Technorati  Reddit  YahooMyWeb  SlashDot  Furl  BlinkList  Netscape  Ma.gnolia  Netvouz

Tips Agar Istri Makin Bergairah

Posted by Admin | 11:54 PM

KETIKA menerima rangsangan seksual yang cukup, perempuan, seperti juga pria, akan mengalami suatu reaksi seksual. Reaksi seksual yang sempurna berlangsung dalam empat fase yang disebut siklus reaksi seksual, yaitu fase terangsang (excitement phase), fase datar (plateau phase), fase orgasme (orgasm phase), dan fase resolusi (resolution phase).

Pada setiap fase terjadi perubahan yang bersifat fisik dan psikis. Perubahan fisik dapat dirasakan, baik pada kelamin maupun pada bagian tubuh lain, tidak hanya oleh yang bersangkutan melainkan juga pasangannya. Demikian juga dengan perubahan yang bersifat psikis.

Perubahan yang terjadi selama siklus reaksi seksual ini dapat menjadi petunjuk pada fase mana pasangan berada, agar hubungan seksual dapat berlangsung dengan harmonis. Siklus reaksi seksual perempuan dan pria pada dasarnya sama, yaitu dimulai dengan adanya dorongan seksual yang semakin meningkat karena adanya rangsangan seksual dari luar. Maka terjadilah reaksi seksual dengan fase orgasme sebagai puncaknya.

Kalau kenyataannya hubungan suami-istri tidak berlangsung seperti itu, menurut Prof. Dr. Wimpi Pangkahila, Sp.And, dari Pusat Studi Andrologi dan Seksologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, bisa jadi mitos tentang seks dan perbedaan peran jenis kelamin yang menjadi penyebabnya. Dikatakan, sampai saat ini masih banyak orang yang beranggapan bahwa urusan seksual adalah urusan pria.

Masih banyak juga yang beranggapan bahwa perempuan atau istri hanyalah pihak yang pasif, yang menerima saja, dalam hal hubungan seksual. Bahkan banyak pria yang menganggap dan memperlakukan perempuan hanya sebagai objek seks.

“Mitos itu sangat berpengaruh negatif bagi fungsi seksual perempuan. Banyak perempuan yang menjadi lebih tertutup dalam menghadapi masalah seksual,” papar Prof. Wimpie.

Ditambahkan pula, setiap gangguan pada setiap fase siklus reaksi seksual dapat menimbulkan disfungsi seksual. Dari pengalaman di klinik menghadapi pasangan dengan masalah seksual, Prof. Wimpie melihat, tidak sedikit yang kemudian terungkap adanya masalah seksual pada pihak perempuan, walaupun semula pasangan itu datang karena masalah seksual pada pihak pria. Lebih dari itu, tidak jarang terjadi suami baru tahu kalau istrinya ternyata mengalami gangguan fungsi seksual karena mitos sesat yang diyakininya selama ini.
Makanya, buang jauh-jauh mitos sesat itu, dan nikmati semua fase dalam berhubungan suami-istri. Tisak perlu bangga kalau hanya bisa menikmati kepuasan sendiri.

sumber: kompas. Baca Berita Pilihan juga ya.

Read More..

Bookmark this post with:
 Digg  Digg  Del.icio.us  Technorati  Reddit  YahooMyWeb  SlashDot  Furl  BlinkList  Netscape  Ma.gnolia  Netvouz

Antivirus Untuk Virus yang Bandel

Posted by Admin | 9:51 AM

Tulisan yang bagus ini saya ambil dari blognya henry (jangan lupa main kesana ya), karena bagus dan bermanfaat saya sharing ke teman - teman pembaca semua melalui postingan ini.

Membuat Anti Virus AutoRun dari Flash Disk

PCMAV_AutoRun_USB.jpg

Jengkel dengan Virus yang otomatis menginfeksi Flash Disk Anda saat Anda colokkan USB Flash Disk Anda ke port komputer yang terinfeksi virus?
Bagaimana tidak kita akali saja dengan Membuat Anti Virus AutoRun dari USB Removable Drive semacam Flash Disk?
Seringkali Virus akan membuat file “autorun.inf” yang ber-attribute file hidden dan system (dan/atau bisa juga termasuk file virus/trojan - server) begitu Anda memasangkan Flask Disk yang dijadikan target penginfeksian virus ataupun target pengintipan aktivitas user atau pencurian data user dengan Trojan.
file autorun.inf inilah command atau pemicu tereksekusinya file induk dan library virus/trojan yang sudah bersarang di komputer lokal atau jaringan tempat Flash Disk Anda berinteraksi dan berhubungan langsung.

Bila Anda pengguna OS Windows, seperti kita ketahui, Versi Windows sebelum generasi Windows Vista (termasuk Windows Windows XP), secara default tidak mengijinkan proses “AutoRun” executable files dari media USB Removable Drives seperti External Hardisk ataupun Flash Drive/Flash Disk (kecuali dari media cakram digital) yang kemungkinan besar ditujukan untuk kepentingan keamanan. Windows hanya mengijinkan proses “AutoPlay” media saja seperti AutoPlay Movie/Music dari DVD atau command seperti Open/View file melalui windows explorernya.
Untungnya (dari faktor kemudahan) sekaligus sayangnya (dari faktor keamanan), Windows Vista secara default telah memperkenankan proses “AutoRun” dilangsungkan dengan dafault opsi yang bisa Anda pilih secara permanen.

Lalu bagaimana mengakali Windows XP agar bisa mengijinkan proses “AutoRun” executable files dari removable drives seperti External Hardisk maupun Flash Disk?
Di bawah ini Penulis sampaikan teknis pembuatan AutoRun AntiVirus pada Flash Disk.

LANGKAH I - Download ANtiVirus yang bersifat Portable
Kenapa harus Portable? Karena tujuan dari pembuatan AutoRun File dari Flash juga bersifat portable, jadi program rujukan, dalam hal ini Anti Virus, bisa dijalankan langsung dari Flash Drive tanpa diperlukan instalasi.
Anda bisa menggunakan ANSAV (Ansav.exe - jangan ANSAV Security Guard) atau PCMAV (PCMAV-CLN.EXE - Jangan PCMAV-RTP.EXE)
Masukkan file Anti Virus Portable (plus file library pendukungnya - bila ada) tersebut ke dalam Flash Disk Anda. Dalam contoh kali ini, untuk mempermudah, letakkan saja di Root Flash Disk Anda tanpa perlu Anda masukkan ke dalam folder.

LANGKAH II - Pembuatan AutoRun Dari Flash Disk
Ada 2 (dua) opsi yang bisa Anda pilih:

  1. Menggunakan bantuan software orang lain, atau
  2. Menggunakan bantuan tangan Anda sendiri

1. Menggunakan bantuan software orang lain
Nomor ini tidak akan menjadi bahan pembicaraan inti pada Artikel ini.
Namun bila Anda menghendaki, Penulis merekomendasikan Anda untuk menggunakan aplikasi bernama APO USB AutoRun yang sangat bagus dan berkualitas, berfungsi dengan baik pada Windows XP SP2, berukuran file kecil, dan gratis lagi.
APO AutoRun USB akan membuat service bernama autorunusb.exe yang berjalan di background sebagai detektor yang bertugas memindai file autorun.inf pada root removable drive dan mendeteksi semua executable files pada media removable drive serta akan mencocokkan executable files tersebut dengan file name dan path file yang dirujuk oleh file autorun.inf tersebut.
Yang penulis heran dari software ini, APO tetap akan melakukan scan pada seluruh executable files yang ada pada media removable drives.
Namun, walau efeknya sedikit memperlambat kinerja komputer, proses scanning tersebut Penulis cermati dan rasakan sangat bermanfaat juga untuk memindai keberadaan Virus pada Removable Drives yang belum sempat terdeteksi oleh AntiVirus yang aktif di komputer. Begitu proses scanning menemukan suatu executable files atau script yang dianggap sebagai malware oleh AntiVirus tersebut, maka akan memicu (trigger) notifikasi dari AntiVirus bahwa telah ditemukan threat (virus).
Sayangnya APO AutoRun USB harus Anda install dulu sebelum Anda bisa mengaplikasikan AutoRun dari flash disk. Untungnya APO AutoRun USB juga telah menyertakan instalasi untuk keperluan portable plus autorun.inf builder.

2. Menggunakan bantuan tangan Anda sendiri
Teknik yang bisa Anda lakukan adalah pertama-tama dengan sedikit mengubah struktur HEX pada Windows Registry.

Bila sebelumnya atau secara default Windows tidak mengijinkan proses “AutoRun” dari USB Flash Disk, maka Registry-nya seperti ini:

Windows Registry Editor Version 5.00

[HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer]
“NoDriveTypeAutoRun”=dword:00000095

Agar Windows bisa mengijinkan proses “AutoRun” dari USB Flash Disk, maka ubah Registrynya menjadi:

Windows Registry Editor Version 5.00

[HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer]
“NoDriveTypeAutoRun”=dword:00000091

Anda bisa mengCopy Registry Lines tersebut, lalu Anda simpan sebagai (misal): “AutoRun_Removable_Media_Enable.reg” untuk Anda Klik kanan dan Merge (gabungkan) dengan Windows Registry Database.

Setelah Anda berhasil memasukkan Registry Entry Files ke dalam Windows Registry Database, maka pekerjaan Anda yang terakhir adalah membuat file “autorun.inf” yang berfungsi sebagai Command dengan rujukan ke File Anti Virus yang telah Anda download dan masukkan ke dalam Flash Disk Anda (pada Langkah I)
Dalam contoh ini, Penulis menggunakan PC Media Anti Virus PCMAV-CLN.EXE yang filenamenya telah Penulis ubah menjadi PCM4V-CL34N32.EXE guna menghindari pendeteksian Virus yang dimungkinkan akan memblokir PCMAV-CLN.EXE.
Maka file “autorun.inf” PCMAV menjadi seperti ini:

PC Media Anti Virus
[AutoRun]
open=PCM4V-CL34N32.EXE
icon=PCMAV.ICO
shellexecute=PCM4V-CL34N32.EXE
shell\Scan Virus\command=PCM4V-CL34N32.EXE
shell=Scan Virus

Salin baris-baris INF tersebut, dan simpan sebagai .INF file dengan nama “autorun.inf” (tanpa tanda kutip), kemudian letakkan file “autorun.inf” tersebut pada Root Flash Disk Anda.

KETERANGAN

  • Untuk file ICON dari PCMAV, Penulis extract dari file PCMAV-CLN.EXE, yang mana ICON file tersebut juga ditempatkan pada Root Flash Disk. Anda bisa menghilangkan/menghapus baris “icon=PCMAV.ICO” yang digunakan untuk memunculkan ICON File PCMAV sebagai Icon penanda Flash Disk seperti pada screenshot di atas. Baris rujukan ICON ini tidak mempengaruhi proses AutoRun. Namun bila Anda menginginkan PCMAV ICON tersebut, Anda bisa mendownloadnya dengan klik link ini.
  • Baris-baris INF tersebut bisa Anda modifikasi sesuai selera tulisan Anda, yang penting path file Anda tidak salah; file tujuan Anda rujuk secara relatif.
  • Jangan Lupa, untuk menghindari terhapusnya file dengan begitu mudahnya, sebaiknya sembunyikan saja File Anti Virus berserta library file pendukungnya (bila ada) maupun file “autorun.inf”nya dengan mengeset File Attributnya dengan “hidden” dan bila perlu “system”. Satu rekomendasikan lagi, alangkah baiknya, semua File tersebut Set File Attributenya menjadi “Read Only” agar, secara sederhana, tidak bisa termodifikasi.
Untuk keperluan setting modifikasi File Attribute terbut Anda bisa melakukannya dengan Select All files yang akan disembunyikan, lalu klik kanan file-file tersebut, pilik dan klik “properties”, dan beri tanda centang pada check box “hidden. Sedang untuk set menjadi “system”, Anda bisa menggunakan Windows ATTRIB.EXE di lingkungan kerja DOS atau Anda bisa juga menggunakan Attribute Changer yang berlingkungan kerja GUI. Q = Lho, katanya ga pake tool ya? A = untuk mudahnya, gunakan Attribute Changer bila ATTRIB.EXE dirusak/dihapus Virus/Admin dan Anda malas untuk extract dari Windows CAB.

rumputsawah.wordpress.com

Read More..

Bookmark this post with:
 Digg  Digg  Del.icio.us  Technorati  Reddit  YahooMyWeb  SlashDot  Furl  BlinkList  Netscape  Ma.gnolia  Netvouz

Tips Untuk Memproteksi Koleksi CD

Posted by Admin | 9:58 AM
Mungkin bagi anda yang mempunyai koleksi CD Software, music, video, dan lain lain pernah dibikin kesel ama temen yang tanpa seizin anda meminjam koleksi CD anda, Untung jika saat mengembalikan keadaan cd masih seprti semula namun bagaimana jika cd tersebut malah tambah goresannya? yang ada malah bingung mo nyuruh ganti temen klo ndak ganti ya rugi……?

Mungkin bagi anda yang mempunyai koleksi CD Software, music, video, dan lain lain pernah dibikin kesel ama temen yang tanpa seizin anda meminjam koleksi CD anda, Untung jika saat mengembalikan keadaan cd masih seprti semula namun bagaimana jika cd tersebut malah tambah goresannya? yang ada malah bingung mo nyuruh ganti temen klo ndak ganti ya rugi?

Nah disini saya ada sedikit tips bagi anda pengguna visual basic. Tips ini memang hanya berlaku bagi sistem operasi windows namun bagi anda yang suka utak atik dapat menggunakan pada sistem operasi lain. Prinsip yang ingin saya kerjakan adalah sebagai berikut

1. CD hanya dapat digunakan bagi komputer yang kita rekomendasi saja.
2. CD akan keluar dari Cdrom jika tidak sesuai yang kita inginkan.

Nah mungkin bagi anda yang sering berkutat dengan VB saya rasa tidak akan mendapat masalah dengan pekerjaan yang akan dilakukan atau malah ini merupakan pekerjaan kacangan. Penggunaan CD hanya bisa pada komputer yang telah kita rekomendasi bagaimana ini bisa dilakukan! Mungkin tiap orang akan mempunyai cara yang berbeda namun disini akan saya sampaikan salah satu cara yang bisa digunakan. Cara yang akan saya lakukan adalah dengan membaca serial diska pada komputer. Nah mengapa saya gunakan cara ini ? Cara ini saya ambil karena setiap diska berbeda serialnya pada setiap operasi sistem. Jadi walaupun satu diska namun jika dalam diska tersebut ada beberapa sistem operasi maka serialnya akan berbeda.

Untuk sourcenya adalah sebagai berikut :

Source Code Form
—————->

Private Sub Form_Load()
Dim buffer As String * 255
Dim d As Long
Dim Y
X = GetPrivateProfileString(”SERIAL”, “NO”, “(error)”, _
buffer, 255, “C:bowoCD.ini”)’ Membaca file ini
Y = Left(buffer, X)
If Y = “(error)” Then
retvalue = mciSendString(”set CDaudio door open”, _
retrunString, 127, 0)’Cd Keluar
End
Else
If Y = sn(”c:”) & “-” & sn(”d:”) Then
MsgBox “sELAMAT mENGGUNAKAn cDNYa bOWo eKOWIDODo”, _
vbInformation, “BOWO INFO” ‘Tampil Pesan
End
Else
retvalue = mciSendString(”set CDaudio door open”, retrunString, _
127, 0)’Cd Keluar
End
End If
End If
End Sub

Source Code Module
———————–>
Public Declare Function GetPrivateProfileString Lib “kernel32″ _
Alias “GetPrivateProfileStringA” (ByVal lpApplicationName _
As String, ByVal lpKeyName As Any, ByVal lpDefault As String, _
ByVal lpReturnedString As String, ByVal nSize As Long, ByVal _
lpFileName As String) As Long

Public Declare Function mciSendString Lib “winmm.dll” Alias _
“mciSendStringA” (ByVal lpstrCommand As String, ByVal _
lpstrReturnString As String, ByVal uReturnLength As Long, _
ByVal hwndCallback As Long) As Long

Public Declare Function GetVolumeInformation Lib “kernel32″ Alias _
“GetVolumeInformationA” (ByVal lpRootPathName As String, _
ByVal lpVolumeNameBuffer As String, ByVal nVolumeNameSize As _
Long, lpVolumeSerialNumber As Long, lpMaximumComponentLength _
As Long, lpFileSystemFlags As Long, ByVal _
lpFileSystemNameBuffer As String, ByVal nFileSystemNameSize _
As Long) As Long

Public Function sn(ByVal RootPatch As String) As String
Dim vollabel As String
Dim volsize As Long
Dim serial As Long
Dim MaxLen As Long
Dim Flags As Long
Dim name As String
Dim Namesize As Long
Dim s As String

If GetVolumeInformation(RootPatch, vollabel, volsize, serial, _
MaxLen, Flags, name, Namesize) Then
s = Format(Hex(serial), “00000000″)
sn = Left(s, 4) + “-” + Right(s, 4)
Else
sn = “0000-0000″
End If
End Function

Nah setelah selesai maka anda bisa mengeceknya lebih dulu dengan menjalankan Run atau tekan F5 jika sudah benar maka Cdrom anda akan keluar.
Jika anda telah menyukainya maka bisa membuat menjadi aplikasi exe dari File -> Make … .exe. Dan tunggu proses hingga selesai simpan pada map dokument anda. Misalnya file saya namai cekcd.exe

Langkah selanjutnya adalah membuat agar aplikasi berjalan saat CD dimasukan. Cara yang dapat dilakukan dengan membuat autorun cd yaitu dengan membuat berkas autorun. Buka text editor anda misalnya notepad dan masukan source seperti ini

/———————
Source Code Aotorun
[autorun]
OPEN=cekcd.exe
ICON=cekcd.exe
———————/

Simpan dengan nama autorun.inf pada map dimana cekcd.exe anda simpan.

Anda lihat lagi pada tabel Source Code Form baris ke 5

GetPrivateProfileString(”SERIAL”, “NO”, “(error)”, buffer, 255, “C:bowoCD.ini”)

Nah disini tertulis c:bowoCD.ini yaitu source ini sedang membaca berkas
bowoCD.ini pada kandar C dengan nama Serial dan kuncinya No kemudian jika
tidak ditemukan akan bernilai (error). Untuk itu anda harus membuat lagi
file ini dan disimpan pada kandar C:. Untuk nama berkas bisa sesuka anda
namun rubah juga untuk pembacaan nama berkasnya. Sourceya sebagai
berikut :

Source Code Aotorun
[SERIAL]
NO=XXXX-XXXX-XXXX-XXXX

Simpan dengan nama bowoCD.ini dan masukan nilai XXXX-XXXX-XXXX-XXXX sesuai serial diska anda. Nah anda siap membakar CD koleksi anda dan jangan lupa masukan berkas autoran.inf dan cekcd.exe yang telah anda buat pada CD tanpa dimasukan dalam map. Untuk medapatkan serial yang dimaksud pada huruf XXXX-XXXX-XXXX-XXXX, anda dapat membuat aplikasi tersendiri dengan memanfaatkan Source Code Module dan Source Code Form terutama pada baris 11. Mungkin demikian dulu jika ada pertanyaan bisa menanyakan pada forum web ini atau menanyakan langsung ke saya. Sumber

Read More..

Bookmark this post with:
 Digg  Digg  Del.icio.us  Technorati  Reddit  YahooMyWeb  SlashDot  Furl  BlinkList  Netscape  Ma.gnolia  Netvouz